6 Tim Kuda Hitam Yang Tampil Mengejutkan di Piala Dunia

6 Tim Kuda Hitam Yang Tampil Mengejutkan di Piala Dunia

Eprogramy- 6 Tim Kuda Hitam Yang Tampil Mengejutkan di Piala Dunia. Dalam 28 tahun sejak Inggris terakhir kali mencapai semi-final Piala Dunia, England hanya memenangkan dua laga.

Melawan Denmark pada Piala Dunia 2002 Korea dan Jepang dan Ekuador di Piala Dunia 2006 Jerman.

Di Piala Dunia terakhir, Inggris bahkan gagal lolos dari fase grup dan harapan Inggris menjadi juara harus pupus setelah gagal menjadi juara.

6 Tim Kuda Hitam Yang Masuk ke Semi-Final Piala Dunia

Mungkin Inggris bahkan bisa belajar beberapa hal dari 6 tim kuda hitam yang  masuk semi-final Piala Dunia diantaranya.

6. Uruguay di Piala Dunia 2010

Diego Forlan penyerang asal Uruguay merayakan setelah berhasil mencetak gol kedua timnya selama laga untuk merebutkan posisi Ketiga Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.

Antara Uruguay dan Jerman di Stadion The Nelson Mandela Bay pada 10 Juli 2010 di Afrika Selatan.

Meskipun dua kali mengangkat trophy Piala Dunia di edisi sebelumnya, rekor Piala Dunia Uruguay sedang dalam performa  buruk sebelum Piala Dunia 2010.

Dengan tersingkirnya pada babak penyisihan grup Piala Dunia 2002 satu-satunya penampilan mereka di Piala Dunia selama periode 20 tahun yang buruk bagi timnas mantan juara dunia.

Performa positif akhirnya datang bersama dengan pemampilan gemilang di Afrika Selatan, Diisi oleh pemain bintang penyerang produktif Diego Forlan

Yang mengakhiri Piala Dunia 2010 dengan penghargaan Golden Ball sebagai pemain terbaik.

Uruguay memuncaki fase grup yang diisi timnas kuat seperti Meksiko, tuan rumah Afrika Selatan, dan Prancis.

Sebelum hasil imbang yang membawa mereka menang dibabak adu pinalti yang menyingkirkan Korea Selatan dan Ghana dalam perjalanan ke semifinal.

Hanya kekalahan 3-2 atas Belanda yang membuat mereka tidak berhasil lolos ke final.

5. Bulgaria Kuda Hitam Piala Dunia 1994

Gelandang Bulgaria Hristo Stoichkov menjadi andalan selama gelaran Piala Dunia 1994.

Berhasil melaju sampai perebutan tempat ketiga antara Bulgaria dan Swedia, 16 Juli 1994 yang dilangsungkan di Amerika Serikat.

Pemain bintang Bulgaria yang bermain di Piala Dunia 1994 seperti Hristo Stoichkov, Yordan Letchkov, Trifon Ivanov, Nasko Sirakov.

Generasi Emas Bulgaria pada tahun 1994 dikomandoi bintang Barcelona Hristo Stoichkov.

Bulgaria pulang dari Amerika Serikat dengan meraih Sepatu Emas setelah membukukan enam gol akhir tahun itu ia juga mendapatkan Ballon d’Or.

Momen spesial dari perjalanan Bulgaria terjadi di perempat final melawan juara bertahan Jerman, ketika Yordan Letchkov mencetak gol melalui tandukan kepala.

Stoichkov dan rekan-rekan telah maju dari babak penyisihan grup setelah menundukkan Yunani dan Argentina.

Sebelum memulangkan Meksiko di babak 16 besar. Dua gol dari Roberto Baggio untuk Italia di semifinal yang mengakhiri mimpi mereka tampil di Final Piala Dunia 1994.

4. Swedia Piala Dunia 1994

Tomas Brolin strike asal Swedia melakukan selebrasi kemenangan setelah memenangkan laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia.

Saat itu mereka bertemu Bulgaria di babak final perebutan tempat ketiga.

Swedia memenangkan laga dengan skor telak 4-0. Dengan Line up pemain bintang seperti Tomas Brolin, Martin Dahlin, Stefan Schwarz, Henrik Larsson.

Mirip dengan Bulgaria, Angkatan Emas dari Swedia juga berhasil lolos ke semi final pada 1994.

Mereka semakin dekat ke laga final, akan menghadapi juara bertahan Brazil membutuhkan gol diakhir lagi oleh Romario untuk memulangkan Swedia dari Piala Dunia.

Swedia sedang membangun squad yang mengesankan di Euro 92 di mana mereka telah melaju hingga ke semifinal.

Selain diisi pemain seperti pemain masa depan Liga Premier Tomas Brolin dan Martin Dahlin.

Tim Swedia itu juga menghadirkan Henrik Larsson muda yang bermain di gelaran besar pertamanya.

3. Turki Kuda Hitam di Piala Dunia 2002

Hasan Sas dari Turki bermain baik selama laga Perempat Final Piala Dunia 2002.

Antara Korea Selatan dan Turki yang dilangsungkan di Stadion Osaka-Nagai, di Osaka, Jepang pada 22 Juni 2002.

Turki memenangkan laga dengan skor 1 -0 dengan golden gol di babak ekstra time.
Kapten timnas Turki adalah Hakan Sukur yang mencetak gol kemenangan untuk turki di laga tersebut.

Ketika Turki lolos ke Euro 1996 mereka belum pernah ke turnamen besar antar negara sejak Piala Dunia 1954.

Dan itu berakhir dengan tiga kekalahan di babak penyisihan grup dengan tidak mencetak satu gol pun.

Empat tahun berselang mereka mencapai perempat final Euro 2000. Pada saat Piala Dunia 2002 digelar, Generasi Emas pemain Turky dinilai sebagai salah satu yang terbaik di Eropa.

Di tahun 2000 Galatasaray, tim yang paling banyak mengisi skuad Turki, telah menjuarai Piala UEFA.

Turki bermain imbang dengan KostaRica dan menundukkan China.

Untuk mencapai babak 16 besar, sebelum menundukkan Jepang dan Senegal untuk bisa ke semifinal.

2. Korea Selatan Piala Dunia 2002

Pemain Korsel yang sedang bersinar saat itu adalah Park Ji-sung, Ahn Jung-hwan, Yoo Sang-chul, Lee Young-pyo.

Perjalanan Korea Selatan ke semi-final Piala Dunia 2002 bermain dihadapan pendukung sendiri merupakan salah satu prestasi besar.

Yang paling akan dikenang adalah kemenangan penting atas Italy dan Spanyol dalam laga babak 16 besar dan perempat final.

Negara ini telah berpartisipasi dalam 5  Piala Dunia sejak tahun 1954, tetapi bahkan belum pernah memenangkan laga sebelum tahun 2002.

Kemenangan penyisihan grup dalam laga pembuka mereka melawan Polandia adalah yang pertama untuk mereka setelah upaya ke lima belas mereka.

1. Kroasia Termasuk 1 dari 6 Kuda Hitam Piala Dunia 1998

Striker Kroasia Davor Suker bergembira setelah membukukan gol untuk negaranya.

Pada laga semifinal melawan Prancis Piala Dunia 1998.

Pemain lainnya yang terkenal diisi Kroasia adalah Davor Suker, Zvonimir Boban, Robert Prosinecki, Robert Jarni.

Timnas Kroasia, yang baru masuk FIFA pada tahun 1992 setelah konflik, mencapai semifinal dan finis ketiga di Piala Dunia 1998 di Prancis.

Tim ini diisi oleh penyerang tajam Davor Suker, yang mengakhiri Piala Dunia dengan Golden Boot.

Sementara juara didapatkan Prancis.